Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa yang Masuk Akal

Poin penting
- Uang pertanggungan dihitung dari kebutuhan keluarga, bukan dari besar premi yang sanggup dibayar.
- Metode paling sederhana adalah penghasilan tahunan dikali jumlah tahun keluarga perlu ditopang.
- Kurangi hasilnya dengan aset dan perlindungan yang sudah ada, termasuk asuransi dari kantor.
Pertanyaan pertama yang biasanya muncul saat mempertimbangkan asuransi jiwa adalah berapa preminya. Padahal, pertanyaan yang lebih penting adalah berapa uang pertanggungan yang benar-benar dibutuhkan keluarga. Premi baru bisa dinilai mahal atau murah setelah angka kebutuhan itu jelas.
Uang pertanggungan, sering disingkat UP, adalah dana yang dibayarkan kepada penerima manfaat jika tertanggung meninggal dunia. Fungsinya menggantikan peran finansial tertanggung, bukan memberi keuntungan.
Metode 1: Pengganti penghasilan
Cara paling sederhana adalah mengalikan penghasilan tahunan dengan jumlah tahun keluarga perlu ditopang. Misalnya, penghasilan bersih Rp8 juta per bulan atau Rp96 juta per tahun, dan keluarga perlu ditopang 10 tahun sampai anak bungsu lulus kuliah. Kebutuhan dasarnya sekitar Rp960 juta.
Metode ini mudah dipahami, tetapi belum memperhitungkan utang dan tabungan yang sudah ada.
Metode 2: Kebutuhan keluarga
Metode ini lebih rinci. Kamu menjumlahkan beberapa pos kebutuhan:
- Biaya hidup keluarga per tahun dikali jumlah tahun yang ingin ditopang.
- Dana pendidikan anak yang belum terkumpul.
- Sisa utang, misalnya cicilan rumah atau kendaraan.
- Biaya akhir hayat dan dana darurat untuk masa transisi.
Setelah dijumlahkan, kurangi dengan aset yang bisa langsung dipakai keluarga, seperti tabungan, investasi likuid, dan asuransi jiwa yang sudah dimiliki, termasuk dari kantor.
Metode 3: Pelunasan utang
Bagi yang belum berkeluarga tetapi punya utang bersama orang tua atau pasangan, UP minimal sebaiknya cukup untuk melunasi utang tersebut agar tidak menjadi beban pihak lain. Sebagian kredit rumah sudah menyertakan asuransi jiwa kredit, jadi cek dulu dokumen kreditmu.
Contoh hitungan
Seorang karyawan dengan pasangan dan dua anak menghitung kebutuhan sebagai berikut: biaya hidup Rp6 juta per bulan selama 12 tahun sekitar Rp864 juta, dana pendidikan yang belum terkumpul Rp300 juta, sisa cicilan rumah Rp250 juta, dan dana transisi Rp50 juta. Totalnya Rp1,464 miliar.
Ia sudah punya tabungan Rp100 juta dan asuransi jiwa kantor Rp200 juta. Kebutuhan UP tambahannya menjadi sekitar Rp1,16 miliar. Angka inilah yang dipakai saat membandingkan produk, bukan sebaliknya.
Setelah angkanya ketemu
Dengan angka UP di tangan, kamu bisa membandingkan berbagai jenis produk. Asuransi jiwa berjangka umumnya memberi UP besar dengan premi lebih rendah dibanding produk yang memiliki unsur tabungan atau investasi. Pilihan akhirnya bergantung pada kemampuan bayar jangka panjang dan tujuan keuanganmu.
Gunakan kalkulator kebutuhan asuransi jiwa di situs ini untuk menghitung perkiraan awal. Hasilnya adalah titik awal diskusi, bukan rekomendasi produk.
Tanya jawab
Apakah uang pertanggungan harus 10 kali penghasilan setahun?
Angka 10 kali sering dipakai sebagai patokan cepat, tetapi kebutuhan setiap keluarga berbeda. Hitung berdasarkan berapa lama keluarga perlu ditopang dan utang yang perlu dilunasi.
Apakah asuransi jiwa dari kantor sudah cukup?
Perlindungan dari kantor umumnya berhenti saat kamu tidak lagi bekerja di sana. Masukkan sebagai pengurang, tetapi jangan jadikan satu-satunya perlindungan.
Kapan uang pertanggungan perlu dihitung ulang?
Saat ada perubahan besar, seperti menikah, punya anak, membeli rumah dengan cicilan, atau penghasilan naik signifikan.
Sumber rujukan
Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan rekomendasi produk. Ketentuan setiap produk dapat berbeda, jadi rujuk polis dan RIPLAY dari perusahaan asuransi.